Senin, 05 Desember 2011

Tips menggunakan PC dengan Baik dan Benar

Saat sedang klak-klik  di situs berita digital, saya menemukan membaca sebuah tulisan yang menurut saya sangat bagus dan bermanfaat, khususnya bagi pengguna PC dekstop aliasn komputer. Artikel tersebut saya baca di VIVAnews, judulnya Tips Penggunaan PC Agar Ramah Lingkungan, yang berisi tips ‘memperlakukan PC kita agar lebih awet serta beberapa mitos yang banyak beredar tentang penggunaan PC. Ya, walaupun berbicara tentang PC, ternyata banyak juga mitos yang tidak benar
Komputer tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari masa kini. Bekerja, mencari hiburan, atau melakukan aktivitas sosial cukup bergantung dengan penggunaan komputer. Kecenderungan ini mengakibatkan naiknya penggunaan dan biaya untuk energi tiap tahunnya. Nah, sehubungan dengan Hari Bumi yang beberapa waktu lalu diperingati di seluruh dunia, maka berikut adalah beberapa tips menggunakan PC yang baik dan benar.

Tips Penggunaan PC yang Ramah Lingkungan

Di bawah ini adalah tips menggunakan komputer yang tepat:
  • Matikan komputer di malam hari sehingga komputer hanya digunakan selama 8 jam – untuk menghemat penggunaan energi hingga 810kWh per tahun dan 67 persen penggunaan.
  • Sambungkan komputer ke surge protector dengan master control outlet, sehingga sistem secara otomatis dapat mengetahui saat komputer tidak digunakan untuk kemudian memutus sambungan listrik ke komputer dan perlengkapannya.
  • Gunakan monitor LCD karena menggunakan lebih sedikit energi dan tidak membuat mata bekerja lebih keras seperti pada CRT.
  • Beli komputer yang dilengkapi fitur Energy Star. Sebagai catatan, laptop juga menggunakan lebih sedikit energi dibandingkan desktop.
  • Rencanakan penggunaan komputer sehingga semua kegiatan dapat diselesaikan dalam satu waktu, dan matikan saat tidak lagi digunakan.
  • Pertimbangkan menggunakan monitor yang lebih kecil. Monitor berukuran 14 inci menggunakan 40 persen energi lebih rendah dibandingkan dengan monitor 17 inci.
  • Aktifkan mode standby/sleep dan pengaturan penggunaan energi.
  • Lupakan screen saver karena ia tidak menghemat energi kecuali kalau Anda masih menggunakan monitor monochrome versi lawas.
  • Lihat ulang rancangan dokumen dan email di layar daripada mencetaknya.
  • Matikan monitor saat tidak digunakan dari pada menggunakan screen saver.
  • Pertimbangkan untuk menggunakan printer ink-jet – walaupun lebih lambat dari pada menggunakan printer laser, tapi inkjet menggunakan 80-90 persen energi lebih sedikit.
  • Belilah produk tinta yang berbahan dasar dari tumbuhan atau non-minyak – karena produk tersebut dibuat dari sumber yang didaur ulang, membutuhkan lebih sedikit penggunaan materi berbahaya dan menghasilkan warna yang lebih terang dan jernih.
  • Matikan printer dan semua perangkat pelengkap lainnya apabila tidak digunakan.
  • Jangan biarkan komputer tetap menyala pada malam hari atau pada akhir pekan.
  • Pilihlah warna yang gelap sebagai latar belakang tampilan layar, karena tampilan warna terang menggunakan lebih banyak energi.
  • Kurangi tingkat pencahayaan ruangan pada saat bekerja menggunakan komputer.
  • Gunakan jaringan dan berbagi printer apabila memungkinkan.
  • Cetaklah dengan menggunakan kertas daur ulang. Gunakan kertas yang tidak menggunakan klorin dengan 50 hingga 100 persen post-consumer waste.
  • Cetak di dua sisi kertas.
  • Komunikasi melalui email sebagai alternatif pengganti memo dan fax.
Di samping itu, ada juga beberapa persepsi menjurus ke arah mitos tentang penggunaan PC yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, malahan ada yang tidak benar sama sekali. Contohnya adalah menyebarnya persepsi agar tidak mematikan komputer sama sekali.
Sebenarnya, sebuah komputer umumnya dirancang untuk menghadapi 40.000 kali siklus on/off, dan apabila komputer digunakan secara normal maka komputer dapat berusia dari lima hingga tujuh tahun. Sehingga dengan mematikan komputer, kita tidak hanya mengurangi penggunaan energi, tetapi juga mengurangi heat stress (kepanasan) pada komputer.
Anggapan lainnya adalah bahwa dengan mematikan dan menyalakan komputer akan menggunakan lebih banyak energi daripada membiarkan dalam keadaan tetap menyala. Namun sebenarnya, penggunaan energi yang digunakan CPU untuk melakukan boot up jauh lebih sedikit dibandingkan dengan meninggalkan komputer menyala lebih dari tiga menit.
Ada juga anggapan bahwa koneksi jaringan akan terputus pada saat komputer dalam kondisi low-power/sleep mode juga tidak benar. Komputer terbaru dirancang agar tidak mengalami kehilangan koneksi atau data meskipun dalam keadaan sleep mode. CPU yang dilengkapi dengan teknologi Wake on LAN (WOL) dapat ditinggalkan dalam keadaan sleep mode semalaman dan Anda tetap terhubung dengan koneksi internet, serta menerima data yang dikirim ke alamat Anda.

Disadur dari : http://edutechnolife.com/tips-menggunakan-pc-yang-baik-benar/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar